Sejarah
Elektronika – Pada
artikel sebelum-sebelumnya telah membahas tentang sejarah-sejarah, biografi,
dan biografi penemu, pada kesempatan kali ini saya akan memposting tentang
Sejarah dan Perkembangan Elektronika, apa yang disebut elektronika,
Elektronika/Elektronik adalah ilmu yang mempelajari alat listrik arus lemah yang dioperasikan dengan cara mengontrol aliran elektron
atau partikel bermuatan listrik dalam suatu alat seperti komputer,
peralatan elektronik, termokopel, semikonduktor, dan lain sebagainya. Ilmu yang
mempelajari alat-alat seperti ini merupakan cabang dari ilmu fisika, sementara
bentuk desain dan pembuatan sirkuit elektroniknya adalah bagian dari teknik
elektro, teknik komputer, dan ilmu/teknik elektronika dan instrumentasi.
Teknologi informasi dan komunikasi semakin berkembang dan berpesat
orang-orang berlomba-lomba menghasilkan produk yang berkualitas demi persaingan
pasar dagang mendunia, tetapi taukah jika Teknologi informasi dan Komunikasi
yang sedang dipakai kita saat ini ternyata memiliki sejarah yang luar biasa
dari yang sederhana hingga sekarang ke tingkat yang rumit seperti board
smartphone yang sekarang, dan tahukah jika teknologi yang kita pakai dan sedang
berkembang saat ini semuanya mempunyai dasar elektronik/elektronika. Jika anda
penasaran mari kita lihat sejarah dan perkembangan elektronika.
Sejarah Elekrtronik – Makalah Elektronik
Sejarah Elektronika dimulai dari abad ke-20,
dengan melibatkan 3 buah komponen utama yaitu tabung hampar udara (vaccum
tube), transistor dan sirkuit terpadu (integrated circuit). Pada tahun 1883, Thomas Alva Edison
berhasil menemukan bahwa electron bisa berpindah dari sebuah konduktor ke
konduktor lainnya melewati ruang hampa. Penemuan konduksi atau perpindahan ini
dikenal dengan nama efek Edison. Pada tahun 1904, John Fleming menerapkan efek
Edison ini untuk menemukan dua buah elemen tabung electron yang dikenal dengan
nama dioda, yang dinamakannya “valve” (katup). Katup ini dapat berfungsi
sebagai detektor sinyal-sinyal dari telegrap radio Marconi. Lee De Forest
mengikutinya pada tahun 1906 dengan tabung tiga elemen, yang disebut trioda.
Tabung hampa udara menjadi divais yang dibuat untuk memanipulasi kemungkinan
energi listrik sehingga bisa diperkuat dan dikirimkan. Jadi mulai tahun 1904
ini sebenarnya orang sudah mulai mengendalikan gerakan-gerakan elektron dalam
ruang hampa, sehingga tahun itu dapat dipandang sebagai tahun “kelahiran”
Elektronika. Namun ada orang yang menyatakan tahun 1906 yakni tahun
ditemukannya tabung trioda ini sebagai tahun “kelahiran” Elektronika, ada
pula yang menyatakan tahun 1911 yakni tahun diperolehnya tabung trioda yang
lebih handal (setelah disempurnakan tabung hampa udaranya dan digunakan katoda
lapis oksida). Dengan ditemukannya tabung trioda ini dan lebih-lebih dengan
ditemukannya tabung iconoscope yaitu tabung hampa yang merupakan alat dasar
dalam kamera televisi oleh Vladimir Zwonykin pada tahun 1920, maka industri
radio dan televisi berkembang pesat. Di tinjau dari daya yang digunakan,
kecepatan, ukuran geometrik, berat dan kemudahan rusak, tabung trioda diatas
masih banyak keterbatasan-keterbatasannya. Oleh karena itu para ahli berusaha
untuk memperoleh alat yang mempunyai fungsi sama, tetapi dengan
keterbatasan-keterbatasan minimal.
Pada tahun 1971 perusahaan elektronika Intel Inc di
Amerika Serikat berhasil membuat IC mikroprosesor, yang merupakan “otak” dari
komputer. IC mikroprosesor ini bersifat fleksibel, mempunyai fungsi hampir
mirip tak terbatas. Dengan perangkat keras yang sama dapat diperoleh
berbagai fungsi, hanya dengan merubah program. Akibatnya dapat diproduksi dalam
jumlah cukup banyak dengan harga relatif murah. Jika diamati perkembangan
elektronika dari sejak “kelahirannya” sampai sekarang, nampak bahwa
perkembangan tersebut menuju miniaturisasi komponen. Bahkan dewasa ini telah
ditemukan “one chip micro computer” atau mikro komputer dalam satu chip.
“Komponen” baru ini terdiri atas mikroposesor, memori baca tulis, memori baca,
dan unit input-output yang seluruhnya terletak dalam satu chip. Disamping itu perkembangan
menuju ke arah peningkatan kemampuan, dan “intelegensi”.
Komponen-Komponen Elektronika
Komponen elektronika berupa sebuah alat berupa benda
yang menjadi bagian pendukung suatu rangkaian elektronik yang dapat bekerja
sesuai dengan kegunaannya. Mulai dari yang menempel langsung pada papan
rangkaian baik berupa PCB, CCB, Protoboard maupun Veroboard dengan cara
disolder atau tidak menempel langsung pada papan rangkaian (dengan alat
penghubung lain, misalnya kabel).
Komponen elektronika ini terdiri dari satu atau lebih
bahan elektronika, yang terdiri dari satu atau beberapa unsur materi dan jika
disatukan, untuk desain rangkaian yang diinginkan dapat berfungsi sesuai dengan
fungsi masing-masing komponen, ada yang untuk mengatur arus dan tegangan,
meratakan arus, menyekat arus, memperkuat sinyal arus dan masih banyak fungsi
lainnya. Inilah nama-nama komponen elektronika
Transistor
Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai
sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung, stabilitas tegangan,
modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam
kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya atau tegangan inputnya, serta
memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber
listriknya. Pada, umumnya, transistor memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B),
Emitor (E), dan Kolektor (C). Tegangan yang di satu terminalnya misalnya Emitor
dapat dipakai untuk mengatur arus dan tegangan yang lebih besar daripada arus
input Basis, yaitu pada keluaran tegangan dan arus output Kolektor. Ada
dua jenis transistor yaitu :
BJT (Bipolar Junction Transistor)
BJT adalah salah satu dari dua jenis transistor. Cara
kerja BJT dapat dibayangkan sebagai dua diode yang terminal positif atau
negatifnya berdempet, sehingga ada tiga terminal. Perubahan arus listrik dalam
jumlah kecil pada terminal basis dapat menghasilkan perubahan arus listrik
dalam jumlah besar pada terminal kolektor. Prinsip inilah yang mendasari
penggunaan transistor sebagai penguat elektrolit.
FET (Field Effect Transistor)
Transistor Efek medan adalah salah satu jenis
transistor yang menggunakan medan listrik untuk mengendalikan konduktifitas
suatu kanal dari jenis pembawa muatan tunggal dalam bahan semikonduktor.
1. Dioda
Dioda sebagai salah satu komponen
aktif sangat popular digunakan dalam rangkaian elektronika, karena bentuknya
sederhana dan penggunaannya sangat luas. Ada beberapa macam rangkaian dioda,
diantaranya : penyearah setengah gelombang (Half-Wave Rectifier), penyearah
gelombang penuh (Full-Wave Rectifier), rangkaian pemotong (Clipper), rangkaian
penjepit (Clamper) maupun pengganda tegangan (Voltage Multiplier). Dioda
terbagi atas beberapa jenis antara lain :
*Dioda germanium
Dioda germanium digunakan pada detektor radio
penerima.
*Dioda selenium
Dioda Selenium digunakan untuk
penyearah arus pada rangkaian pesawat catudaya dan pada sistim pengapian
baterai di sepeda motor.
* SCR (Silicon Control Rectifier)
Dioda yang mempunyai fungsi sebagai pengendali. SCR
dapat digunakan sebagai pengatur motor DC bertegangan besar dengan mengatur
tegangan Gate. SCR dibagi dua yaitu diac dan Triac. DIAC berfungsi untuk
meneruskan tegangan dari anoda ke katoda atau sebaliknya. Penerapannya pada
pengendali motor putar kanan dan putar kiri, seperti pada rangkaian lift.
Sedangkan, TRIAC mempunyai prinsip kerja seperti DIAC, hanya saja TRIAC dapat
meneruskan tegangan dari kaki 1 ke 2 atau sebaliknya pada saat ada triger pada
Gate. TRIAC digunakan untuk pengatur motor DC atau AC putar kanan dan kiri
dengan cara mengatur Gate.
*Dioda varactor
Dioda varactor adalah sebuah
kapasitor yang kapasitansinya ditentukan oleh tegangan yang masuk. Contoh
penerapannya pada pesawat TV, pesawat radio FM, pesawat telekomunikasi yang
bekerja pada frekwensi tinggi.
*Dioda zener
Fungsi dari dioda zener adalah
sebagai penstabil tegangan. Selain itu dioda zener juga dapat dipakai sebagai
pembatas tegangan pada level tertentu untuk keamanan rangkaian.
*Dioda cahaya (LED)
LED adalah singkatan dari Light Emitting Dioda, merupakan komponen yang dapat
mengeluarkan emisi cahaya yang berfungsi sebagai peraga digital. LED merupakan
produk temuan lain setelah dioda. LED dibuat agar lebih efisien jika
mengeluarkan cahaya. Untuk mendapatkan emisi cahaya pada semikonduktor, doping
yang dipakai adalah gallium, arsenic dan phosphorus. Jenis doping yang berbeda
menghasilkan warna cahaya yang berbeda pula. Pada saat ini warna-warna cahaya
LED yang ada adalah warna merah, kuning dan hijau. LED berwarna biru sangat
langka. Pada dasarnya semua warna bisa dihasilkan, namun akan menjadi sangat
mahal dan tidak efisien. Dalam memilih LED selain warna, perlu diperhatikan
tegangan kerja, arus maksimum dan disipasi daya-nya. Rumah (chasing) LED dan
bentuknya juga bermacam-macam, ada yang persegi empat, bulat dan lonjong. LED
terbuat dari berbagai material setengah penghantar campuran seperti misalnya
gallium arsenida fosfida (GaAsP), gallium fosfida (GaP), dan gallium aluminium
arsenida (GaAsP). Karakteristiknya yaitu kalau diberi panjaran maju,
pertemuannya mengeluarkan cahaya dan warna cahaya bergantung pada jenis dan
kadar material pertemuan. Ketandasan cahaya berbanding lurus dengan arus maju
yang mengalirinya. Dalam kondisi menghantar, tegangan maju pada LED merah
adalah 1,6 sampai 2,2 volt, LED kuning 2,4 volt, LED hijau 2,7 volt. Sedangkan
tegangan terbaik maksimum yang dibolehkan pada LED merah adalah 3 volt, LED
kuning 5 volt, LED hijau 5 volt. LED mengkonsumsi arus sangat kecil, awet dan
kecil bentuknya (tidak makan tempat), selain itu terdapat keistimewaan
tersendiri dari LED itu sendiri yaitu dapat memanca rkan cahaya serta tidak
memancarkan sinar infra merah (terkecuali yang memang sengaja dibuat seperti
itu).
2. IC (Integrated Circuit)
Integrated Circuit adalah suatu
komponen elektrolit yang dibuat dari bahan semi konduktor dimana IC merupakan
gabungan dari beberapa komponen seperti resistor, kapasitor, dioda dan
transistor yang telah terintegrasi menjadi sebuah rangkaian berbentuk
chip kecil. IC diperlukan untuk beberapa keperluan pembuatan peralatan
elektrolit agar mudah dirangkai menjadi peralatan yang relatif kecil. Selain
dari ukuran dan berat IC yang kecil dan ringan, IC juga memberikan keuntungan
lain yaitu bila IC denga sirkuit yang relatif kecil hanya mengkonsumsi sedikit
sumber tenaga dan tidak menimbulkan panas berlebih sehingga tidak membutuhkan
pendinginan (cooling system). Kelemahan dari IC yaitu keterbatasannya di
dalam menghadapi kelebihan arus listrik yang besar, dimana arus listrik
berlebih dapat menimbulkan panas di dalam komponen, sehingga komponen yang
kecil seperti IC akan mudah rusak.
3. Inductor (kumparan)
Sebuah induktor atau reaktor adalah
sebuah komponen elektronika pasif (kebanyakan berbentuk torus)
yang dapat menyimpan energi pada medan magnet yang ditimbulkan
oleh arus listrik yang melintasinya. Kemampuan induktor untuk
menyimpan energi magnet ditentukan oleh induktansinya, dalam satuan Henry.
Biasanya sebuah induktor adalah sebuah kawat penghantar yang dibentuk
menjadi kumparan, lilitan membantu membuat medan magnet yang kuat didalam
kumparan dikarenakan hukum induksi Faraday. Induktor adalah salah satu komponen
elektronik dasar yang digunakan dalam rangkaian yang arus dan tegangannya
berubah-ubah dikarenakan kemampuan induktor untuk memproses arus
bolak-balik.
Sebuah induktor ideal memiliki
induktansi, tetapi tanpa resistansi atau kapasitansi, dan tidak
memboroskan daya. Sebuah induktor pada kenyataanya merupakan gabungan dari
induktansi, beberapa resistansi karena resistivitas kawat, dan beberapa
kapasitansi. Pada suatu frekuensi, induktor dapat menjadi sirkuit resonansi
karena kapasitas parasitnya. Selain memboroskan daya pada resistansi kawat,
induktor berinti magnet juga memboroskan daya didalam inti karena efek
histeresis, dan pada arus tinggi mungkin mengalami nonlinearitas karena
penjenuhan. Induktansi (L) (diukur
dalam Henry) adalah efek dari medan magnet yang terbentuk disekitar
konduktor pembawa arus yang bersifat menahan perubahan arus. Arus listrik yang
melewati konduktor membuat medan magnet sebanding dengan besar arus. Perubahan
dalam arus menyebabkan perubahan medan magnet yang mengakibatkan gaya
elektromotif lawan melalui GGL induksi yang bersifat menentang perubahan arus.
Induktansi diukur berdasarkan jumlah gaya elektromotif yang ditimbulkan untuk
setiap perubahan arus terhadap waktu. Sebagai contoh, sebuah induktor dengan
induktansi 1 Henry menimbulkan gaya elektromotif sebesar 1 volt saat arus dalam
indukutor berubah dengan kecepatan 1 ampere setiap sekon. Jumlah lilitan,
ukuran lilitan, dan material inti menentukan induktansi.
3. Kapasitor (Condensator)
Kondensator atau sering disebut
sebagai kapasitor adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi di
dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal
dari muatan listrik. Kondensator memiliki satuan yang disebut Farad dari
nama Michael Faraday. Kondensator juga dikenal sebagai “kapasitor”, namun
kata “kondensator” masih dipakai hingga saat ini. Pertama disebut oleh Alessandro
Volta seorang ilmuwan Italia pada tahun 1782 (dari bahasa
Itali condensatore), berkenaan dengan kemampuan alat untuk
menyimpan suatu muatan listrik yang tinggi dibanding komponen lainnya.
Kondensator diidentikkan mempunyai dua kaki dan dua kutub yaitu positif dan negatif
serta memiliki cairan elektrolit dan biasanya berbentuk tabung.
Jenis-Jenis
Kapasitor dalam rangkaian
elektronika terbagi menjadi 2 macam, yaitu kapasitor polar dan kapasitor
non polar. Yang di maksud kapasitor polar adalah jenis kapasitor yang memiliki
dua kutub dan mempunyai polaritas positif/negatif. Kapasitor ini
terbuat dari bahan elektrolit yang mempunyai nilai kapasitansi yang besar di
bandingkan dengan kapasitor yang menggunakan bahan dielektrik. Sedangkan yang
di maksud kapasitor non polar adalah jenis kapasitor tidak memiliki polaritas
postif dan negatif pada kedua kutubnya. Kapasitor ini juga dapat kita gunakan
secara berbalik. Kapasitor ini biasanya memiliki nilai kapasitansi yang kecil
karena terbuat dari bahan keramik dan mika. Meskipun kedua jenis kapasitor ini
banyak digunakan untuk menyimpan muatan listrik, tapi masih banyak perbedaan
dari kedua jenis tersebut, di antaranya adalah bahan yang digunakan dan juga
fungsi kegunaannya dalam sehari-hari. Kapasitor Elektrolit, Kapasitor Tantalum,
Kapasitor Poliester Film, Kapasitor Poliprolyene, Kapasitor Kertas, Kapasitor
Mica, Kapasitor Keramik dan Kapasitor Variable.
4. Resistor (tahanan)
Resistor awal abad ke-20 biasanya
tidak diisolasi, dan dicelupkan ke cat untuk menutupi seluruh badan untuk
pengkodean warna. Warna kedua diberikan pada salah satu ujung, dan sebuah titik
(atau pita) warna di tengah memberikan digit ketiga. Aturannya adalah “badan,
ujung, titik” memberikan urutan dua digit resistansi dan pengali desimal.
Toleransi dasarnya adalah ±20%. Resistor dengan toleransi yang lebih rapat
menggunakan warna perak (±10%) atau emas (±5%) pada ujung lainnya. Identifikasi
empat pita adalah skema kode warna yang paling sering digunakan. Ini terdiri
dari empat pita warna yang dicetak mengelilingi badan resistor. Dua pita
pertama merupakan informasi dua digit harga resistansi, pita ketiga merupakan
pengali (jumlah nol yang ditambahkan setelah dua digit resistansi) dan pita
keempat merupakan toleransi harga resistansi. Kadang-kadang pita kelima
menunjukkan koefisien suhu, tetapi ini harus dibedakan dengan sistem lima warna
sejati yang menggunakan tiga digit resistansi. Sebagai contoh, hijau-biru-kuning-merah
adalah 56 x 104Ω = 560 kΩ ± 2%. Deskripsi yang
lebih mudah adalah: pita pertama, hijau, mempunyai harga 5 dan pita kedua,
biru, mempunyai harga 6, dan keduanya dihitung sebagai 56. Pita ketiga,kuning,
mempunyai harga 104, yang menambahkan empat nol di
belakang 56, sedangkan pita keempat, merah, merupakan kode untuk toleransi ±
2%, memberikan nilai 560.000Ω pada keakuratan ± 2%.
5. Transformator
Transformator atau
transformer atau trafo adalah komponen elektromagnet yang dapat mengubah taraf suatu
tegangan AC ke
taraf yang lain. Transformator terdiri dari Transformator Step-up, Step Down,
Autotransformator, Isolasi dan Transformator Pulsa.
6. Konektor
Konektor adalah sebuah komponen yang
berfungsi untuk menyambung satu tempat ke tempat lain. konektor juga sering
kita temui pada Laptop dan Handphone kita masing - masing. contoh yang kongkrit
adalah Konektor USB.
Konektor memiliki berbagai macam bentuk, antara lain:
Konektor DB9
Adalah konektor yang digunakan untuk
komunikasi serial antar Alat Elektronik ke PC.
Konektor Black Housing
Adalah
konektor yang digunakan dalam rangkaian elektronika, untuk memudahkan melepas
pasang rangkaian. konektor ini memiliki lubang pin beragam, dan disesuaikan
sesuai kebutuhan.
Konektor
Putih
Adalah
komponen yang serupa dengan Black Housing, hanya saja berwarna putih dan juga
sedikit lebih besar.
Konektor USB
Adalah
konektor yang biasanya digunakan untuk berkomunikasi antar Device ke PC, maupun
sebaliknya. kita pasti menemui konektor ini saat memprogram sebuah IC.
7. Saklar
Saklar
adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk memutuskan jaringan listrik,
atau untuk menghubungkannya. Jadi saklar pada dasarnya adalah alat penyambung
atau pemutus aliran listrik. Selain untuk jaringan listrik arus kuat,
saklar berbentuk kecil juga dipakai untuk alat komponen elektronika arus
lemah. Secara sederhana, saklar terdiri dari dua bilah logam yang
menempel pada suatu rangkaian, dan bisa terhubung atau terpisah sesuai dengan
keadaan sambung (on) atau putus (off) dalam rangkaian itu. Material kontak
sambungan umumnya dipilih agar tahan terhadap korosi. Kalau logam yang dipakai
terbuat dari bahan oksida biasa, maka saklar akan sering tidak bekerja. Untuk
mengurangi efek korosi ini, paling tidak logam kontaknya harus disepuh dengan
logam anti korosi dan anti karat. Pada dasarnya saklar tombol bisa
diaplikasikan untuk sensor mekanik, karena alat ini bisa dipakai pada
mikrokontroller untuk pengaturan rangkaian pengontrolan.
Dip-Switch
Saklar ini terdiri dari banyak kontaktor kecil yang dijajarkan. Saklar jenis
ini sering dijumpai pada komputer sebagai pengatur logic () dan 1).
Reed-Switch
Saklar ini akan aktif ketika ada induksi magnet yang mendekati kontaktor di
dalam kaca.
Push Button-Switch
Saklar ini ada dua jenis yakni Push-On dan Push Off yang hanya aktif ketika
ditekan saja dan akan kembali ke kondisi semula jika dilepas.
Micro-Switch
Saklar ini umumnya mempunyai tiga terminal dengan dua kondisi yakni NC (Normaly
Close) dan NO (Normaly Open). Saklar akan aktif ketika tuas ditekan. Untuk tipe
lain, tuas pada micro-switch dipasang roda sehingga tuas dapat ditekan oleh
benda bergerak.
Slide-Switch
Saklar ini akan menghubungkan terminal tengah dengan salah satu terminal sisi
ketika tuas digeser ke salah satu sisi. Pada saat salah satu kontaktor On, maka
kontaktor yang lainnya akan Off.
Itulah beberapa poin penting
yang saya bisa bagikan untuk anda semua. Sekian artikel yang berjudul Sejarah dan Perkembangan Elektronika semoga
artikel ini bermanfaat dan bisa memberikan pengetahuan bagi kita semua terutama
bagi yang senang di dunia elektro.
Tags : Sejarah dan Perkembangan Elektronika, Teknologi
Informasi dan Komunikasi, Makalah Elektronika, Sejarah Elektronik, Buku tentang
Elektronika
Konektor memiliki berbagai macam bentuk, antara lain:
Saklar ini terdiri dari banyak kontaktor kecil yang dijajarkan. Saklar jenis ini sering dijumpai pada komputer sebagai pengatur logic () dan 1).
Saklar ini akan aktif ketika ada induksi magnet yang mendekati kontaktor di dalam kaca.
Saklar ini ada dua jenis yakni Push-On dan Push Off yang hanya aktif ketika ditekan saja dan akan kembali ke kondisi semula jika dilepas.
Saklar ini umumnya mempunyai tiga terminal dengan dua kondisi yakni NC (Normaly Close) dan NO (Normaly Open). Saklar akan aktif ketika tuas ditekan. Untuk tipe lain, tuas pada micro-switch dipasang roda sehingga tuas dapat ditekan oleh benda bergerak.
Saklar ini akan menghubungkan terminal tengah dengan salah satu terminal sisi ketika tuas digeser ke salah satu sisi. Pada saat salah satu kontaktor On, maka kontaktor yang lainnya akan Off.

No comments:
Post a Comment
“Terima kasih sudah membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar”